SELAMAT DATANG

SELAMAT DATANG DI WEBSITE PROMOSI "KABUPATEN KEPULAUAN ARU, PROVINSI MALUKU, INDONESIA"

Natural Resources of Aru Islands

Aru Islands, has more than 680 islands large, medium and small. As an archipelago that lies strategically position (flanked by islands papua-Australian continent and are among the Arafura Sea and Ocean Indonesia), Aru Islands has the potential of Natural Resources is very rich. Therein: Pearl, various types of fish that have high economic value, Lola, Sea Cucumber, Shark Fins, Sea Grass, and a variety of potential fisheries and other marine.On land and air, there is; Cenderawasih (Bird of Paradise) which has been known in the world (Asia, Europe), Kangaroo (Kangguru) is more widely known by the public world (only been in Australia), but also found in the Aru Islands, Bird cockatoo yellow-crested (kakatua jambul kuning), cockatoo king (kakatua raja), etc..All this becomes a pride of the Indonesian people who have preserved and utilized both for development and welfare of the people.
Kepulauan Aru, memiliki lebih dari 680 buah pulau besar, sedang dan kecil. Sebagai Kepulauan yang letak posisinya strategis (diapit oleh pulau papua-benua australia serta berada diantara Laut Arafura dan Samudera Indonesia), Kepulauan Aru memiliki potensi Sumber Daya Alam yang sangat kaya. Tersebutkan didalamnya: Mutiara, Ikan berbagai Jenis yang memiliki nilai ekonomis tinggi, Lola, Teripang, Sirip Ikan Hiu, Rumput Laut, dan berbagai potensi perikanan dan kelautan lainnya.
Di darat dan Udara, terdapat; Cenderawasih (Bird of Paradise) yg telah dikenal di dunia (Asia, Eropa), Kangguru (Kangaroo) yang lebih banyak diketahui oleh publik dunia (hanya berada di australia), padahal juga terdapat di Kepulauan Aru, Burung kakatua (cacatoos) jambul kuning, kakatua raja, dll.
Kesemuanya ini menjadi sebuah kebanggaan Bangsa Indonesia yang harus dijaga kelestariannya serta dimanfaatkan secara baik untuk pembangunan dan kemaslahatan orang banyak.


Cederawasih (BIRD OF PARADISE)
Indigenous community of Paradise for Aru, became one of the icons of pride for its beautiful plumage measures have also been popular in Indonesia up to the foreign country. Andrew Shol, MSc., In the journal: "Aru dari Tahun Nol", said that in the century XV, Bird of Paradise from Aru had been hunted by the Nation of Nepal, to obtain a beautiful fur is pinned as an accessory Crown King of Nepal, as a symbol dignity, greatness and glory of the king. Still according to Shol, that the Nation of Nepal considers Feathers Bird of Paradise is the best quality Feathers Bird of Paradise from Aru Islands, because the fur is a golden yellow color. In fact, if traced carefully, there are more than 17 combinations of colors on the Feather Bird of Paradise. that is, why the feathers of birds of paradise have an attraction for everyone who ever saw it.
 
Cederawasih (BIRD OF PARADISE)

Cenderawasih bagi masyarakat Pribumi Aru, menjadi salah satu ikon kebanggaan karena keindahan bulu burung langkah yang juga sudah tenar di indonesia hingga ke manca negara ini. Mgr. Andreas Shol, MSc., dalam Jurnalnya; "Aru dari Tahun Nol" mengatakan, bahwa pada abad ke-XV, Cenderawasih dari Aru telah diburu oleh Bangsa Nepal, untuk memperoleh bulunya nan indah yang disematkan sebagai aksesoris Mahkota Raja Nepal, sebagai perlambang memncarnya aura kewibawaan, kebesaran dan kemuliaan sang raja.  Masih menurut Shol, bahwa Bangsa Nepal menganggap Bulu Burung Cenderawasih yang berkualitas terbaik adalah Bulu Burung Cenderawasih dari Kepulauan Aru, karena Bulunya yang berwarna Kuning Keemasan. Sebetulnya, jika ditilik secara saksama, terdapat lebih dari 17  kombinasi warna pada Bulu Burung Cenderawasih. itulah, mengapa bulu-bulu burung cenderawasih memiliki daya tarik bagi semua orang yang pernah melihatnya.

Tidak ada komentar:

MOHON MAAF JIKA TAMPILANNYA KURANG BERKENAAN; MOHON KOMENTAR ANDA